BERITA TERKINI
Hashim Paparkan Strategi RI Jaga Ketahanan Energi, Rusia Siap Pasok 150 Juta Barel Minyak

Hashim Paparkan Strategi RI Jaga Ketahanan Energi, Rusia Siap Pasok 150 Juta Barel Minyak

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat di tengah gejolak geopolitik global. Menurutnya, ketahanan pangan, energi, dan fiskal Indonesia masih terjaga.

Hashim menilai ketahanan energi nasional saat ini relatif stabil berkat langkah antisipatif pemerintah serta diplomasi strategis Presiden dengan mitra global. Ia menyebut upaya swasembada pangan, penguatan cadangan energi, hingga komitmen pasokan minyak melalui kerja sama internasional turut memperkuat posisi Indonesia dibanding banyak negara lain.

“Upaya swasembada pangan, penguatan cadangan energi, termasuk komitmen pasokan minyak hingga sekitar 150 juta barel melalui kerja sama internasional, serta diplomasi tingkat tinggi turut memperkokoh posisi Indonesia dibanding banyak negara lain,” ujar Hashim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4).

Selain aspek energi, Hashim juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas fiskal. Ia menyebut optimalisasi penerimaan negara melalui digitalisasi serta pengawasan berbasis teknologi menjadi kunci untuk memperkuat ruang fiskal nasional ke depan.

Dalam keterangannya, Hashim mengungkapkan Indonesia memperoleh komitmen pasokan minyak dari Rusia hingga 150 juta barel dengan harga khusus. Kesepakatan tersebut, kata Hashim, merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada Senin (13/4) dan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung selama tiga jam.

Hashim menjelaskan, Rusia pada awalnya menyetujui pengiriman 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus. Jika Indonesia masih membutuhkan tambahan, Rusia disebut siap menambah pasokan 50 juta barel untuk membantu Indonesia menghadapi gejolak ekonomi.

Dengan komitmen tersebut, Rusia dinilai menjadi alternatif pemasok energi bagi Indonesia di tengah krisis energi global yang dipicu perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan target agar impor minyak mentah dari Rusia dapat mulai dikirim ke Indonesia pada April 2026. Sementara itu, rencana pembelian LPG dari Rusia disebut masih dalam proses finalisasi, termasuk pembahasan mengenai porsi impor LPG dari Rusia terhadap total kebutuhan Indonesia.

Langkah-langkah tersebut disebut sebagai strategi pemerintah untuk menjaga keandalan pasokan energi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.