BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Melemah 3,38% di Tengah Kekhawatiran Pasokan Energi Global

IHSG Ditutup Melemah 3,38% di Tengah Kekhawatiran Pasokan Energi Global

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (24/4) sore. Tekanan pasar terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang memicu kenaikan harga minyak serta mendorong investor bersikap lebih defensif.

IHSG turun 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut melemah 25,12 poin atau 3,51 persen ke level 690,76.

Pelemahan IHSG mencerminkan meningkatnya sensitivitas pelaku pasar terhadap risiko eksternal, terutama terkait ketidakpastian distribusi energi dunia. Kekhawatiran tersebut, yang dipicu eskalasi geopolitik dan potensi kenaikan harga minyak, mendorong aksi jual, khususnya pada saham-saham sektor energi serta industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada biaya input.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bursa regional Asia pada umumnya melemah seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen. Ia menyoroti mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz sebagai faktor yang memengaruhi pasar.

Dari sisi global, ketidakpastian pasokan yang belum mereda membuat harga energi bertahan tinggi. Kondisi ini dinilai memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi dunia, sekaligus mendorong kecenderungan investor global beralih ke aset aman (safe haven) sehingga arus modal keluar dari pasar domestik sulit dihindari.

Pelaku pasar juga menanti sejumlah agenda ekonomi dan kebijakan moneter pada pekan depan. Di Amerika Serikat, investor akan mencermati FOMC Meeting The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,53–3,75 persen, serta rilis data consumer confidence, perumahan, PDB kuartal I-2026, personal income, personal spending, indeks PCE prices, dan ISM manufacturing index.

Di Jepang, pertemuan Bank of Japan (BoJ) juga menjadi perhatian dan diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75 persen, meski inflasi di Jepang meningkat. Dari kawasan Asia, pasar menantikan rilis data PDB kuartal I-2026, inflasi, dan tingkat pengangguran.

Di Eropa, European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya masing-masing di 2,15 persen dan 3,75 persen.

Dari dalam negeri, IHSG turut tertekan setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia—Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI)—dari stabil menjadi negatif.

Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan masih dibayangi volatilitas selama belum ada kejelasan terkait stabilitas pasokan energi dan arah kebijakan global.