Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir menilai kemitraan ASEAN dan Uni Eropa kian strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menurutnya, kemitraan tersebut tidak cukup hanya bersifat simbolik, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta dapat diandalkan oleh pasar.
Arrmanatha menyampaikan bahwa kedua pihak perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan Uni Eropa. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Uni Eropa ke-25 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa.
Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa. Forum itu membahas langkah memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan. Kemitraan ASEAN–Uni Eropa sendiri akan memasuki usia 50 tahun pada 2027.
Selain membahas kerja sama, para peserta juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu kawasan dan global. Dalam kesempatan itu, Arrmanatha berharap Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi.
Ia juga mendorong kerja sama antara ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara Selatan Global untuk mempertahankan sistem internasional yang terbuka, adil, dan stabil. Arrmanatha menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral serta kolaborasi kedua kawasan dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif, dan responsif.
Di sela-sela pertemuan, Arrmanatha melakukan pertemuan kehormatan dengan Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa. Ia juga menggelar pertemuan bilateral dengan wakil menteri luar negeri Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.
Pertemuan tingkat menteri ini dihadiri para menteri dan wakil menteri luar negeri dari ASEAN dan Uni Eropa yang menekankan pentingnya multilateralisme serta penghormatan terhadap hukum internasional. Sejumlah bidang kerja sama menjadi prioritas, termasuk energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan adopsi pernyataan bersama para menteri luar negeri ASEAN–Uni Eropa. Kemitraan kedua kawasan yang telah terjalin sejak 1977 dinilai memiliki potensi besar dalam membentuk tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.