BERITA TERKINI
Indonesia Tekankan Pentingnya Kemitraan ASEAN-Uni Eropa di Tengah Ketidakpastian Global

Indonesia Tekankan Pentingnya Kemitraan ASEAN-Uni Eropa di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir menilai kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kerja sama kedua kawasan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus dapat diandalkan oleh pasar.

“Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar,” kata Nasir dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (29/4).

Nasir menegaskan ASEAN dan Uni Eropa perlu mempercepat realisasi Comprehensive Economic Partnership Agreement sebagai upaya memperkuat kerja sama ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Uni Eropa ke-25 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam dan perwakilan tinggi Uni Eropa. Forum ini menjadi wadah pembahasan untuk mempererat kemitraan strategis yang setara serta saling menguntungkan antara kedua kawasan.

Selain membahas penguatan kemitraan, pertemuan juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global. Nasir berharap Uni Eropa dapat berperan lebih konstruktif dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geoekonomi saat ini.

Ia juga mendorong kolaborasi antara ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara Selatan Global guna menjaga sistem internasional tetap terbuka, adil, dan stabil. Di sisi lain, Nasir menekankan pentingnya reformasi sistem multilateral serta kerja sama kedua kawasan dalam menciptakan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif, dan responsif.

Di sela agenda, Nasir melakukan pertemuan kehormatan dengan Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam serta perwakilan tinggi Uni Eropa. Ia juga menggelar pertemuan bilateral dengan wakil menteri luar negeri dari Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.

Pertemuan tersebut dihadiri para menteri dan wakil menteri luar negeri dari ASEAN dan Uni Eropa yang menekankan pentingnya multilateralisme serta penghormatan terhadap hukum internasional. Sejumlah sektor kerja sama yang menjadi fokus meliputi energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan.

Pertemuan ditutup dengan pengesahan pernyataan bersama para menteri luar negeri ASEAN dan Uni Eropa. Hubungan kemitraan kedua kawasan yang telah terjalin sejak 1977 itu juga disebut memiliki potensi besar dalam mendorong tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan. ASEAN dan Uni Eropa dijadwalkan menandai 50 tahun hubungan pada 2027.