Pemerintah Jepang menyoroti peluncuran rudal balistik terbaru Korea Utara yang dinilai memiliki lintasan penerbangan tidak beraturan. Pola tersebut dipandang berpotensi meningkatkan ancaman terhadap keamanan kawasan Asia Timur.
Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, peluncuran rudal balistik yang dilakukan Korea Utara pada 4 Januari 2026 menunjukkan indikasi lintasan yang tidak beraturan. Temuan itu disebut memicu kekhawatiran serius di Tokyo terkait dampaknya terhadap stabilitas dan keamanan regional.

