BERITA TERKINI
JK Nilai Serangan AS-Israel ke Iran Memprihatinkan di Tengah Perundingan Nuklir

JK Nilai Serangan AS-Israel ke Iran Memprihatinkan di Tengah Perundingan Nuklir

Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel disebut melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Peristiwa ini memicu kekhawatiran di tingkat internasional, termasuk di Indonesia.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyebut operasi militer tersebut sebagai hal yang “sangat memprihatinkan”. Ia juga menyoroti kabar yang beredar bahwa serangan itu menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Menurut Jusuf Kalla, serangan tersebut terjadi ketika proses perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan. Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, ia mempertanyakan etika langkah militer yang dilakukan saat jalur diplomasi masih terbuka. Ia menilai, jika dialog masih berjalan, ruang negosiasi semestinya dihormati, karena serangan justru berisiko memperlebar ketidakpercayaan dan memperpanjang konflik.

Jusuf Kalla juga mengkritik kecenderungan penyelesaian konflik global yang mengedepankan kekuatan militer dibanding diplomasi. Ia menyinggung sejumlah contoh konflik terdahulu—Afghanistan, Irak, dan Suriah—sebagai gambaran bagaimana pendekatan militer kerap menjadi pilihan utama dan dinilainya dapat memicu ketidakstabilan jangka panjang.

Di sisi lain, ia menilai Iran menghadapi dinamika internal yang kompleks. Ia menyebut adanya tiga kekuatan besar di dalam negeri: pemerintah yang mempertahankan sistem Republik Islam sejak Revolusi 1979, kelompok reformis yang mendorong perubahan politik dan kebebasan sipil, serta kelompok yang menginginkan kembalinya monarki Pahlavi. Dalam situasi seperti ini, ia menilai tekanan dari luar berpotensi memperkeruh keadaan dan memicu gejolak yang lebih luas.

Meski menyinggung kompleksitas politik di Iran, Jusuf Kalla menegaskan bahwa kabar tewasnya seorang pemimpin tertinggi tetap merupakan tragedi kemanusiaan yang patut disesalkan.