Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh personel Korps Brimob Polri meningkatkan kesiapan untuk menghadapi potensi gangguan keamanan seiring dinamika geopolitik global. Arahan itu disampaikan saat ia membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri yang diikuti ribuan personel di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Dalam arahannya, Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan dan latihan berkelanjutan. Ia meminta seluruh personel Brimob mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat berkembang.
Kapolri menyoroti meningkatnya ketegangan global akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi meluas dan berdampak pada sejumlah sektor, termasuk energi. Ia menyebut beberapa negara, termasuk di kawasan sekitar, telah menetapkan status darurat energi nasional dan mengimbau penggunaan energi secara efisien.
Selain itu, Sigit juga menyinggung kebijakan pembatasan aktivitas di sejumlah negara, termasuk penerapan sistem kerja dari rumah (WFH). Ia menyebut Indonesia juga menjalankan WFH atau WFO satu kali dalam sepekan.
Menurut Kapolri, kondisi tersebut berpotensi memunculkan dampak lanjutan di dalam negeri, termasuk kenaikan harga energi. Ia menyampaikan bahwa BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi mengalami peningkatan yang berimplikasi pada naiknya harga-harga.
Sigit menilai situasi itu dapat memicu reaksi dan meningkatkan potensi eskalasi, khususnya terkait keamanan di dalam negeri. Karena itu, ia meminta personel Brimob memahami perkembangan situasi dan eskalasi yang terjadi, mempelajari kondisi serta medan lapangan, dan memastikan kesiapan peralatan operasional sebelum diterjunkan.