Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh personel Korps Brimob Polri untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan yang dapat dipicu dinamika geopolitik global.
Arahan tersebut disampaikan saat Kapolri membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, yang diikuti ribuan personel. Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan dan latihan berkelanjutan untuk menghadapi berbagai kemungkinan situasi.
“Kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada. Kita semua harus mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi,” ujar Sigit, Rabu (22/4/2026).
Kapolri menyoroti meningkatnya ketegangan global akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi meluas serta berdampak pada berbagai sektor, termasuk energi. Ia menyebut sejumlah negara, termasuk di kawasan sekitar, telah menetapkan status darurat energi nasional dan mengimbau penggunaan energi secara efisien.
Selain itu, Sigit juga menyinggung kebijakan pembatasan aktivitas di beberapa negara, termasuk penerapan sistem kerja dari rumah (WFH). Ia menambahkan bahwa di Indonesia juga telah diberlakukan skema WFH atau WFO satu kali dalam sepekan.
Menurut Kapolri, perkembangan tersebut dapat memunculkan dampak lanjutan di dalam negeri, termasuk kenaikan harga energi. Ia menyebut adanya peningkatan pada BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi yang berimplikasi pada kenaikan harga barang.
“Namun di sisi lain kita juga melihat bahwa khusus BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi terjadi peningkatan dan ini implikasinya akan berdampak terhadap naiknya harga-harga,” kata Sigit.
Ia menilai kondisi itu berpotensi memicu reaksi masyarakat dan meningkatkan eskalasi, terutama terkait persoalan keamanan dalam negeri. Karena itu, Sigit meminta personel Brimob memperkuat kesiapan, memahami situasi dan medan, serta memastikan kelengkapan peralatan operasional.
“Tolong, pelajari betul terkait dengan situasi dan eskalasi yang ada, pelajari kondisi dan medan lapangan. Persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan yang ada,” ujarnya.