Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menilai perkembangan konflik global terbaru, khususnya krisis di Venezuela, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk menegaskan politik luar negeri yang menjaga kedaulatan tanpa terseret rivalitas kekuatan besar dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kawendra menyebut situasi di Venezuela dapat menjadi pelajaran bagi arah geopolitik Indonesia ke depan. Ia menilai konfrontasi langsung terhadap hegemoni negara besar berisiko memicu intervensi yang merugikan suatu bangsa.
“Apa yang terjadi kemarin terhadap Venezuela bisa menjadi pengingat bahwa konfrontasi frontal terhadap hegemoni besar dapat berujung pada intervensi yang merugikan bangsa,” ujar Kawendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/26).
Isu yang disorotnya merujuk pada operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1/26). Langkah tersebut memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional karena dinilai melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.
Menurut Kawendra, pola diplomasi yang dipilih Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk menghindari risiko terjebak dalam konflik serupa. Ia menilai pendekatan keseimbangan dapat membantu Indonesia menjaga posisi dan martabatnya di tengah dinamika geopolitik.
“Justru dengan pola keseimbangan yang dipilih Presiden Prabowo, Indonesia mampu menghindari jebakan konflik, menjaga martabat, dan meneguhkan diri sebagai poros tengah yang dihormati dunia,” tegasnya.
Kawendra juga mengapresiasi peran Kementerian Luar Negeri RI yang dinilainya bergerak cepat dan terukur dengan mengedepankan prinsip diplomasi damai. Pemerintah, menurutnya, menegaskan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela serta menyampaikan keprihatinan atas penggunaan kekuatan yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
“Diplomasi yang dijalankan Kemenlu ini jadi pendekatan yang matang, strategis, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Kawendra.
Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan menaruh kepercayaan pada jalur diplomasi yang ditempuh negara.

