BERITA TERKINI
KSPSI Minta Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Ketegangan AS-Israel-Iran

KSPSI Minta Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Ketegangan AS-Israel-Iran

Jakarta — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menilai ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi global dan dapat berdampak langsung pada Indonesia. KSPSI mengingatkan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional, terutama di sektor ekonomi, sosial, dan politik.

Wakil Ketua Umum KSPSI Arnod Sihite meminta pemerintah mengantisipasi potensi inflasi yang dapat muncul akibat gejolak global. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok tidak boleh sampai membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Pemerintah harus mengantisipasi potensi inflasi akibat gejolak global. Jangan sampai harga bahan pokok melonjak dan memberatkan rakyat kecil,” ujar Arnod dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Arnod menilai pengalaman saat konflik Rusia-Ukraina menunjukkan gejolak global dapat memicu kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga lonjakan inflasi pangan. Karena itu, ia menekankan pemerintah perlu memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan bahan pangan tersedia di seluruh wilayah.

Ia menyebut stabilitas harga beras, gula, minyak goreng, hingga bahan bakar minyak (BBM) perlu menjadi prioritas. Selain itu, Arnod meminta koordinasi antarkementerian dan lembaga diperkuat agar kebijakan yang diambil tidak parsial maupun saling bertentangan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Arnod yang juga menjabat Ketua Umum FSP PPMI-KSPSI mengingatkan kalangan pengusaha agar tidak menjadikan situasi global sebagai alasan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Kalau PHK terus terjadi, pengangguran meningkat, daya beli turun, dan pertumbuhan ekonomi akan semakin berat,” ucapnya.

Arnod juga menekankan agar setiap kebijakan sosial, ekonomi, dan politik yang ditempuh pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat, terutama pekerja dan kelompok rentan. Ia menilai stabilitas nasional perlu dijaga bersama melalui kesamaan visi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat agar Indonesia mampu menghadapi tekanan global.