BERITA TERKINI
Mahasiswa Linguistik UPNVJT Jadi Pembicara di Konferensi Internasional di Filipina dan Thailand

Mahasiswa Linguistik UPNVJT Jadi Pembicara di Konferensi Internasional di Filipina dan Thailand

Mahasiswa Program Studi S-1 Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Adista Larasati, tampil sebagai pembicara dalam dua konferensi internasional yang berlangsung di Filipina dan Thailand sepanjang 2025. Partisipasi tersebut disebut menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus memperkuat kontribusi akademik mahasiswa Indonesia di forum ilmiah global.

Pada 22–24 April 2025, Adista menjadi presenter dalam BINTANA International Conference: Studies, Analysis, and Research Initiatives on the Humanities (SARIH 2025) yang diselenggarakan Institute of Arts and Sciences, Far Eastern University (FEU), Manila, Filipina. Dalam konferensi yang membahas isu-isu humaniora di era kecerdasan artifisial serta transformasi pendidikan global itu, ia mempresentasikan penelitian berjudul “The Role of Literacy in Early Childhood Second Language Acquisition at the International Islamic School Magetan.”

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya literasi awal dalam pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini, serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan bahasa yang inklusif dan berorientasi global. Keikutsertaan Adista juga menjadi implementasi kerja sama akademik UPNVJT dan FEU yang diinisiasi melalui kolaborasi Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. dari UPNVJT dan Dr. Dennis H. Pulido dari FEU.

Selanjutnya, pada 10 Oktober 2025, Adista kembali tampil sebagai pembicara dalam SSVIT International Conference 2025 yang digelar Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology (SVIT), Thailand, di Peboonsuvarnabhumi Auditorium, Samut Prakan. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan makalah berjudul “Artificial Intelligence for the Preservation of Endangered Languages Through a Case Study from Indonesia in the Context of Global Sustainability.”

Presentasi itu membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial untuk pelestarian bahasa terancam punah sebagai bagian dari kontribusi linguistik terhadap agenda keberlanjutan global. Partisipasi tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama akademik antara UPNVJT dan SVIT yang diinisiasi melalui kolaborasi Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Rattanaporn Muhry dari SVIT.

Selain tampil di forum internasional, Adista juga berperan sebagai KANCA BIPA (student buddy) dalam Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) – BIPA UPNVJT. Dalam peran itu, ia mendampingi mahasiswa internasional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta membantu proses adaptasi akademik dan budaya di Indonesia.

UPNVJT menilai keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional menunjukkan peran strategis mahasiswa sebagai aktor diplomasi akademik. Melalui forum ilmiah lintas negara, mahasiswa dinilai tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik personal, tetapi juga merepresentasikan komitmen pendidikan tinggi Indonesia dalam membangun kolaborasi global.

Kampus juga menyatakan partisipasi mahasiswa di forum internasional merupakan bagian dari upaya penguatan kualitas pendidikan, riset, dan jejaring global. Ke depan, kerja sama dengan FEU dan SVIT diharapkan terus berkembang melalui program pertukaran mahasiswa, konferensi bersama, penelitian kolaboratif, serta penguatan diplomasi bahasa dan budaya di kawasan ASEAN dan tingkat global.