Malaysia menyatakan akan memulai langkah untuk mengamankan pasokan minyak dari Rusia di tengah krisis energi global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang telah memasuki pekan kedelapan. Kuala Lumpur bergabung dengan sejumlah negara Asia Tenggara lain yang juga menimbang atau menempuh jalur serupa guna menjaga ketahanan pasokan energi.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perusahaan energi nasional Petronas akan memulai negosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak, dengan tujuan memastikan kecukupan pasokan dalam negeri. Anwar juga menyoroti bahwa beberapa negara Eropa dan Amerika yang sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia kini justru bersaing mendapatkan minyak dari negara tersebut.
“Untungnya, hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Oleh karena itu, tim Petronas dapat melakukan negosiasi dengan mereka,” ujar Anwar, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 20 April 2026.
Langkah Malaysia ini muncul di tengah dinamika serupa di kawasan. Di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow dalam upaya memperkuat kerja sama strategis. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan selama lima jam itu mencakup sesi bilateral dan diskusi tertutup, serta menghasilkan sejumlah kesepakatan.
“Beberapa poin telah disepakati, termasuk kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral, seperti minyak dan gas, ketahanan energi, serta hilirisasi,” kata Teddy.
Di Filipina, Menteri Energi Sharon Garin menyampaikan pemerintahnya meminta AS memperpanjang izin khusus untuk membeli minyak dan produk energi dari Rusia. Ia juga mengatakan Filipina tengah mendiversifikasi sumber energi dengan mempertimbangkan pasokan dari Amerika Selatan, termasuk Kolombia dan Argentina, serta Kanada dan AS. Filipina dilaporkan telah menetapkan status darurat energi nasional bulan lalu.
Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada Maret untuk menandatangani sejumlah perjanjian, termasuk kerja sama di sektor minyak dan gas.
Krisis energi global turut diperparah oleh konflik yang meluas hingga Lebanon serta lonjakan harga minyak akibat terganggunya jalur distribusi utama, khususnya Selat Hormuz yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Iran sempat mengumumkan pembukaan sementara jalur tersebut pada Jumat, tetapi kembali menutupnya sehari kemudian untuk menegaskan kontrol atas wilayah tersebut. Penutupan itu disebut sebagai respons terhadap blokade pelabuhan oleh AS yang dinilai melanggar gencatan senjata.
Dalam perkembangan terkait, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan angkatan laut Iran siap memberikan “kekalahan pahit baru” kepada pihak yang dianggap sebagai musuh.
Di tengah situasi tersebut, Anwar mengatakan upaya diplomatik awal pemerintah Malaysia memungkinkan kapal tanker minyak nasional menjadi salah satu yang pertama melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir. Ia menambahkan, keberhasilan pengiriman itu membantu mencegah gangguan besar terhadap rantai pasok energi nasional.
“Sebuah tanker minyak Petronas tiba dengan selamat di Kompleks Terpadu Pengerang. Pengiriman ke Pengerang sangat penting karena proses pemurnian hanya dapat dilakukan di sana,” ujar Anwar.
Secara terpisah, Petronas menyatakan pasokan bahan bakar di seluruh jaringan stasiun pengisian di Malaysia diperkirakan tetap aman hingga akhir Juni, memperpanjang proyeksi sebelumnya selama satu bulan.