Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas nasional, terutama pada sektor energi dan arah diplomasi. Kewaspadaan terhadap potensi gangguan jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian, dengan pemerintah memilih bergerak lebih awal untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia telah menyiapkan skenario pengalihan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke wilayah lain, termasuk Amerika Serikat. Diversifikasi sumber pasokan ini diposisikan sebagai langkah adaptif di tengah ancaman konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah menilai langkah tersebut tidak semata bersifat jangka pendek, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Disebutkan pula bahwa Indonesia tidak bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah, sehingga risiko gangguan distribusi dinilai relatif terkendali. Selain itu, stok BBM dan LPG dilaporkan berada di atas standar minimum nasional, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di sisi diplomasi, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tokoh nasional dan diplomat senior, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memetakan posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika tatanan dunia yang terus berubah.
Dalam situasi global yang kian kompleks, pemerintah menekankan pendekatan kehati-hatian dan perhitungan. Selain memperhitungkan dampak ekonomi, termasuk potensi pengaruh terhadap harga minyak dan APBN, pemerintah juga mempertimbangkan implikasi diplomatik serta aspek keamanan jangka panjang.
Rangkaian langkah ini menggambarkan upaya pemerintah memperkuat ketahanan dalam negeri sambil tetap aktif membaca perubahan geopolitik global. Pemerintah menyatakan stabilitas nasional menjadi prioritas, dengan fokus menjaga pasokan energi, memastikan pelayanan publik tetap berjalan, serta mempertahankan posisi Indonesia di panggung internasional.

