Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi global yang dinilai masih penuh tantangan.
Berbagai kebijakan diarahkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah optimalisasi dan refocusing anggaran hingga Rp130,2 triliun, yang dialihkan untuk belanja lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah mendorong efisiensi energi melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi pola kerja yang lebih adaptif dan hemat energi.
Langkah strategis lain yang disampaikan adalah pengembangan bahan bakar nabati B50, yang direncanakan mulai diterapkan pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Paparan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan Halal Bihalal bersama keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Airlangga menyatakan harapannya agar seluruh jajaran terus mengawal kemajuan ekonomi, kesejahteraan, dan kemakmuran sejalan dengan target pertumbuhan 8% yang diminta Presiden.
Menutup sambutannya, Airlangga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan optimisme dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia juga berharap jajaran Kemenko Perekonomian dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengawal agenda pembangunan ekonomi nasional.

