Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti potensi dampak meningkatnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran terhadap kestabilan harga pangan serta kebutuhan pokok di Ibu Kota.
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipatif dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terutama yang bergerak di sektor pangan.
Ia berharap eskalasi konflik tidak berlangsung berkepanjangan. Pramono menilai gangguan pada jalur distribusi global, khususnya di Selat Hormuz, dapat memicu efek berantai terhadap kenaikan ongkos logistik internasional, yang pada akhirnya berpotensi berdampak pada harga kebutuhan di Jakarta.

