Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan ketegangan geopolitik global yang melibatkan sejumlah negara belum berdampak terhadap iklim investasi di daerah. Aktivitas penanaman modal di NTB disebut masih berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi, mengatakan hingga saat ini belum terlihat pengaruh langsung konflik global terhadap arus investasi yang masuk ke NTB.
“Alhamdulillah, sampai sekarang belum nampak ada pengaruh terhadap investasi di NTB,” ujar Irnadi, Selasa (20/1/2026).
Menurut Irnadi, meski ketegangan internasional berpotensi menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor, kondisi tersebut belum dirasakan para investor yang menanamkan modalnya di NTB. Ia menyebut minat investor asing maupun domestik masih stabil.
Irnadi juga menyampaikan keyakinannya bahwa konflik global saat ini tidak akan berdampak signifikan terhadap investasi di NTB. “Insyaallah tidak berdampak,” katanya.
Untuk menjaga dan meningkatkan minat investasi, Pemprov NTB disebut terus menjalankan langkah strategis, salah satunya dengan menggencarkan promosi potensi investasi daerah. Promosi dilakukan tidak hanya menyasar penanaman modal asing (PMA), tetapi juga penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Kita tetap melakukan langkah-langkah promosi potensi investasi kita, tidak hanya ke ruang lingkup PMA, namun juga ke PMDN,” ujar Irnadi.
Ia menambahkan, sejumlah sektor unggulan yang terus dipromosikan meliputi pariwisata, pertanian, peternakan, energi, serta industri pengolahan. Pemerintah daerah berharap promosi berkelanjutan dan kemudahan pelayanan perizinan dapat menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global.
Irnadi menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan langkah antisipatif bila terjadi perubahan yang berpotensi memengaruhi investasi di NTB. Namun, hingga kini kondisi investasi di daerah dinilai masih aman dan terkendali.

