Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berpeluang menembus Rp3,4 juta per gram apabila konflik global antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.
Ibrahim menilai tren penguatan harga emas Antam masih akan berlanjut dan mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Ia menyebut harga logam mulia pada Senin berpotensi mencapai Rp3.150.000 per gram, dengan level resisten berikutnya di Rp3.400.000 per gram.
Menurut proyeksinya, harga emas Antam berpeluang bergerak pada kisaran Rp3.150.000 hingga Rp3.400.000 per gram pada perdagangan berikutnya. Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai kemungkinan koreksi.
“Jika turun, akan terjadi penurunan tipis ke Rp3.045.000 per gram. Kemudian, jika lanjut terkoreksi, harga logam mulia (emas Antam) diperkirakan ke level Rp3.000.000 per gram,” kata Ibrahim.
Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (2/3/2026) melonjak Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), harga juga naik Rp40.000 ke level Rp3.085.000 per gram.
Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas Antam tercatat di level Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam pada Senin (2/3/2026) turut naik Rp50.000 menjadi Rp2.914.000 per gram.
Penjualan emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas batangan dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai pembelian kembali.

