Pengamat Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Hadza Min Fadhli Robby, menilai Indonesia dapat menempuh jalur diplomasi untuk mendorong Iran kembali membuka Selat Hormuz.
Dalam penilaiannya pada Selasa (3/3), Hadza menyebut posisi Indonesia sebagai Ketua D-8, yakni forum ekonomi negara berkembang, dapat menjadi modal diplomatik untuk melakukan pendekatan kepada Iran terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.
Ia juga mengingatkan, apabila Selat Hormuz ditutup dalam waktu lama, dampaknya dapat dirasakan secara langsung di dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan.

