BERITA TERKINI
Prabowo Bertemu Luhut di Istana, Bahas Dinamika Ekonomi dan Dampak Konflik Global

Prabowo Bertemu Luhut di Istana, Bahas Dinamika Ekonomi dan Dampak Konflik Global

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan perekonomian Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang dinilai penuh ketidakpastian.

Dalam pernyataannya melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan pada Rabu, 22 April 2026, Luhut mengatakan ia melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden. Ia juga menyampaikan hasil simulasi terbaru DEN yang menunjukkan bahwa dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi terjaga.

Meski demikian, Luhut menyebut DEN menyiapkan skenario usulan kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika konflik global berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Salah satu isu yang dicermati adalah lonjakan harga energi. Luhut menyoroti bukan hanya pergerakan harga minyak mentah, tetapi juga membesarnya selisih harga antara minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM).

Selain energi, DEN juga memantau potensi gangguan rantai pasok komoditas strategis lain, termasuk sulfur yang disebut krusial bagi hilirisasi nikel dan industri baterai kendaraan listrik.

Luhut menambahkan, berbagai simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dapat dikendalikan. Ia menyampaikan defisit APBN akan dijaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja yang ketat, dengan dukungan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit.

Untuk menjaga aktivitas ekonomi, Luhut menyebut percepatan deregulasi dipandang sebagai stimulus nonfiskal bagi dunia usaha. Ia menekankan perlunya penyelesaian hambatan struktural di lapangan agar perizinan lebih sederhana dan pelaku usaha memiliki kepastian.

Di tengah situasi global yang menantang, Luhut juga menilai terdapat momentum untuk mempercepat transformasi digital melalui GovTech serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, sebagai langkah bersiap menghadapi pergeseran arus modal global.

Menurutnya, dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga memanfaatkan peluang untuk mendorong kemajuan.