JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh bangsa untuk membahas dinamika geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri para mantan presiden, mantan wakil presiden, serta Menteri Luar Negeri. Diskusi berlangsung tertutup dengan fokus pada arah kebijakan strategis Indonesia di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi dunia.
Dalam keterangan resmi pada Selasa (4/3/2026), Prabowo menegaskan bahwa program pemerintah dan langkah diplomasi Indonesia berlandaskan kepentingan nasional. Ia menyatakan setiap kunjungan kenegaraan dan diplomasi aktif yang dilakukan bertujuan memperkuat ketahanan bangsa.
Presiden juga menyoroti tantangan global yang menuntut negara memperkuat fondasi domestik, terutama pada sektor strategis seperti pangan dan energi. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Selain penguatan sektor pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja disebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Prabowo menekankan diplomasi tidak hanya menyangkut hubungan luar negeri, tetapi juga memastikan manfaat konkret bagi masyarakat, mulai dari ketersediaan pangan hingga peluang kerja.
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penguatan cadangan strategis dan perencanaan jangka panjang. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak bersikap pasif menghadapi dinamika global. Pemerintah, kata dia, mengambil peran aktif melalui kerja sama internasional yang selektif dan saling menguntungkan.
Sejumlah pengamat menilai konsolidasi bersama para tokoh bangsa mencerminkan pendekatan inklusif dalam merumuskan kebijakan strategis, sekaligus memperkuat pesan persatuan nasional di tengah tantangan eksternal.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan politik, serta memperkuat posisi dalam percaturan global tanpa mengabaikan kepentingan rakyat.

