Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengendalikan dan memitigasi kenaikan harga minyak goreng serta bahan bakar minyak (BBM) yang dipengaruhi dinamika global. Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Puan menilai konflik geopolitik global mulai berdampak pada perekonomian nasional, termasuk memicu kenaikan harga energi dan sejumlah kebutuhan pokok. Ia menekankan kondisi tersebut paling berat dirasakan oleh kelompok ekonomi kecil.
Ia juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia. Puan meminta situasi ini dibaca dari perspektif yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat karena perubahan harga kebutuhan pokok langsung memengaruhi belanja harian rumah tangga.
Menurut Puan, minyak goreng merupakan komoditas yang sulit ditunda pembeliannya oleh banyak keluarga. Karena itu, kenaikan harga dinilai cepat mengubah komposisi pengeluaran harian, terutama bagi rumah tangga dengan anggaran ketat, ketika satu kebutuhan pokok mulai mengambil porsi lebih besar dari belanja mereka.
Selain minyak goreng, Puan menyebut kenaikan harga BBM turut menambah beban keluarga. Meski kenaikan saat ini terjadi pada BBM nonsubsidi, ia meminta pemerintah memperhatikan kondisi di lapangan.
Ia mengatakan di sejumlah daerah masyarakat kesulitan memperoleh BBM subsidi sehingga kelompok yang berhak terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang harganya meningkat signifikan. Karena itu, Puan meminta pemerintah segera mengambil langkah pengendalian harga.
Puan mengingatkan, jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan harga dapat memicu ekspektasi kenaikan barang lain di pasar. Ia juga menilai ketidakpastian situasi geopolitik membuat arah perkembangan konflik belum dapat dipastikan, apakah berlanjut atau berhenti.