BERITA TERKINI
Puan Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon, Ingatkan Dampak Konflik Global

Puan Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon, Ingatkan Dampak Konflik Global

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato penutupan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

“Atas nama Pimpinan dan segenap Anggota DPR RI, perkenankanlah saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya, Sertu M Nur Ichwan, dan Praka Farizal Romadhon saat melaksanakan misi kemanusiaan di Lebanon,” kata Puan.

Puan berharap ketiga prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Ketiga prajurit tersebut diketahui gugur pada akhir Maret saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah.

Terkait peristiwa itu, Puan menegaskan pentingnya investigasi yang kredibel bersama PBB untuk mengungkap fakta secara objektif. Menurutnya, langkah tersebut perlu berlandaskan prinsip utama misi perdamaian PBB, yakni transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

Selain itu, Puan meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan prajurit TNI di wilayah konflik, mulai dari kejelasan mandat hingga perlindungan maksimal bagi personel. Ia menyebut evaluasi itu sejalan dengan standar praktik terbaik internasional dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB yang menuntut kesiapan dari aspek politik, kapasitas, dan lingkungan operasi.

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga mengingatkan dampak eskalasi konflik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dinilai terus memanas. Ia menyebut situasi tersebut telah memberi tekanan nyata terhadap perekonomian global dan nasional.

Menurut Puan, konflik berisiko mendorong lonjakan harga energi, memperburuk inflasi global, serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan keuangan dunia. Ia mengatakan dampaknya mulai terasa di dalam negeri, antara lain melalui kenaikan harga bahan bakar minyak, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, kenaikan harga kemasan berbahan plastik, terganggunya rantai pasok komoditas, hingga meningkatnya ketidakpastian investasi.

“Perang yang terjadi jauh dari wilayah negara kita, tetapi dampaknya langsung terasa di dalam negeri melalui harga, daya beli, dan stabilitas ekonomi,” ujar Puan.