BERITA TERKINI
Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pengkhianatan terhadap Diplomasi

Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pengkhianatan terhadap Diplomasi

Saling balas serangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut. Sejumlah negara menyampaikan kecaman atas eskalasi tersebut, termasuk Rusia, menyusul serangan AS-Israel ke Iran.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran merilis rekaman yang menggambarkan peluncuran rudal ke sasaran Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut fasilitas militer AS menjadi sasaran, termasuk pangkalan di Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Irak, dan Kuwait.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis video serangan dalam operasi militer berskala besar yang disebut sebagai “Operation Epic Fury” terhadap sejumlah pangkalan militer Iran. Video tersebut menampilkan serangan presisi ke berbagai fasilitas militer Iran, termasuk hanggar drone, sistem rudal balistik, radar, dan pusat komando Korps Garda Revolusi Islam.

Rekaman yang dirilis CENTCOM juga memperlihatkan jet tempur F-18 lepas landas dari kapal induk serta peluncuran rudal dari kapal perusak AS di laut.

Rusia termasuk negara yang menyatakan kecaman pasca serangan AS-Israel ke Iran. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai pengkhianatan terhadap diplomasi.

Nebenzya menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan bencana baru di kawasan. Ia juga meminta komunitas internasional untuk meningkatkan upaya dalam mencari solusi diplomatik.

Sepekan sebelum serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei, Iran dan Rusia menggelar latihan perang di Teluk Oman. Berbagai skenario dimainkan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi lapangan. Dalam latihan itu, Rusia disebut mengerahkan kapal induk helikopternya.

Latihan perang tersebut merupakan agenda rutin antara Iran dan Rusia, namun kali ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington D.C. dan Teheran. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan lebih jauh Rusia, dan mungkin juga Tiongkok, untuk membantu Iran.