BERITA TERKINI
Rusia Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel-AS, Soroti Ancaman Trump

Rusia Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel-AS, Soroti Ancaman Trump

Rusia menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya intensitas konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Kremlin menilai serangan yang dilakukan Washington dan Tel Aviv telah memperburuk kondisi kawasan, sekaligus memicu konsekuensi serius bagi ekonomi global.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan ketegangan di kawasan terus meningkat. Ia menyebut dampak konflik tidak lagi terbatas secara geografis dan telah meluas, sehingga memunculkan efek signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk stabilitas energi dan perdagangan internasional.

“Kami mencatat bahwa tingkat ketegangan di kawasan ini meningkat dan terus meningkat,” kata Peskov. Ia juga menyatakan, “Seluruh kawasan ini terbakar. Ini semua adalah konsekuensi yang sangat berbahaya dan negatif dari agresi yang dilancarkan terhadap Iran.”

Peskov menambahkan bahwa perluasan konflik membuat berbagai pihak kini menghadapi dampak yang lebih luas. “Geografi konflik ini telah meluas, dan sekarang kita semua menyadari konsekuensi yang kita hadapi, termasuk konsekuensi yang sangat, sangat negatif bagi perekonomian global,” ujarnya.

Kremlin turut menyinggung ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, namun Rusia memilih tidak memberikan komentar langsung mengenai kemungkinan operasi militer yang dapat dilancarkan Washington.

Pernyataan Rusia tersebut menambah kekhawatiran internasional bahwa konflik berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas. Di tengah meningkatnya ketegangan militer dan tekanan ekonomi, situasi ini disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas global.

Sebelumnya, Trump mengancam akan memerintahkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, apabila tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat dengan Iran. Ia mengklaim pihaknya mampu menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik dalam beberapa jam jika diperintahkan, meski menyatakan masih berharap langkah tersebut tidak perlu dilakukan.

Ancaman itu disampaikan menjelang tenggat waktu yang ia tetapkan pada Selasa pukul 20.00. Trump menuntut negara terkait menghentikan program senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Ancaman terhadap infrastruktur sipil memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Namun Trump menolak kritik itu dengan menyatakan ancaman utama berasal dari potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran.