JAKARTA — Presiden ke-6 RI sekaligus purnawirawan Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak para pemimpin dunia menahan diri dan kembali ke meja diplomasi untuk menghentikan peperangan di Timur Tengah. Ia mengingatkan, pengabaian terhadap hukum peperangan berpotensi memicu penderitaan ekstrem dan tragedi kemanusiaan berskala besar.
Dalam pandangannya di Podcast SBY Standpoint, SBY menyoroti kecenderungan negara-negara dengan kekuatan militer besar yang mengambil tindakan sepihak. Menurut dia, langkah unilateral semacam itu kerap mengabaikan hukum humaniter internasional dan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
SBY juga menyinggung banyaknya warga sipil yang menjadi korban di Gaza. Ia menekankan pentingnya prinsip proporsionalitas serta etika militer dalam setiap tindakan perang.
“Saya tetap ingat perang pun ada aturannya. Ada hukumnya ada moralnya tidak boleh semau-maunya akhirnya nyaris melakukan kejahatan dalam peperangan itu,” kata SBY. Ia menyatakan memahami mahalnya harga yang harus dibayar akibat perang.
Selain itu, SBY mengimbau para pemimpin negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, agar tidak dikuasai ego maupun ambisi politik. Ia menyerukan masyarakat internasional untuk segera bangkit dan menekan segala bentuk kejahatan perang.

