MELBOURNE — Pihak berwenang di Negara Bagian Victoria, Australia, mengeluarkan peringatan terkait gelombang panas parah yang diperkirakan mulai terjadi pada Sabtu (24/1). Suhu di wilayah pedesaan diperkirakan mendekati rekor tertinggi, dengan kondisi panas dan berangin yang berpotensi meningkatkan bahaya kebakaran hutan.
Dalam konferensi pers di Melbourne pada Kamis sore waktu setempat, Komisioner Manajemen Kedaruratan Victoria Tim Wiebusch mengatakan cuaca panas dan berangin yang diperkirakan melanda Victoria mulai Sabtu akan memunculkan kembali risiko kebakaran hutan ekstrem.
Berdasarkan prakiraan Biro Meteorologi Australia, suhu maksimum di Melbourne diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius pada Sabtu dan meningkat menjadi 42 derajat Celsius pada Selasa (27/1).
Country Fire Authority (CFA) mengumumkan tingkat bahaya kebakaran hutan ekstrem untuk wilayah barat dan barat daya Victoria pada Sabtu. Status serupa juga ditetapkan untuk wilayah timur laut negara bagian itu pada Minggu (25/1).
Meteorolog senior Biro Meteorologi, Kevin Parkyn, mengatakan kubah panas diperkirakan berada di atas Victoria, sehingga banyak pusat regional diprediksi akan mendekati rekor suhu maksimum sepanjang masa.
Peringatan ini muncul setelah gelombang panas parah pada awal Januari memicu krisis kebakaran hutan meluas di Victoria. Saat itu, lebih dari 400.000 hektare lahan terbakar dan lebih dari 1.000 bangunan rusak atau hancur, termasuk 434 rumah.
Wiebusch menyebutkan pada Kamis terdapat tujuh kebakaran besar yang masih berkobar di berbagai lokasi di Victoria, dengan tiga di antaranya belum terkendali.
Kepala CFA Jason Heffernan mengatakan kondisi kebakaran selama gelombang panas yang akan datang diperkirakan tidak akan separah situasi bencana pada awal Januari. Namun, ia memperingatkan api tetap berpotensi menyebar dengan cepat.

