BERITA TERKINI
Vietnam–Thailand Tegaskan Pentingnya Perdamaian dan Stabilitas Kawasan, Siapkan Program Aksi 2026–2030

Vietnam–Thailand Tegaskan Pentingnya Perdamaian dan Stabilitas Kawasan, Siapkan Program Aksi 2026–2030

Sekretaris Komite Sentral Partai sekaligus Menteri Luar Negeri Vietnam, Le Hoai Trung, menegaskan pentingnya perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional saat melakukan kunjungan ke Kerajaan Thailand pada 14 Desember. Kunjungan itu dilakukan atas undangan Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow.

Dalam pertemuan bilateral, Le Hoai Trung dan Sihasak Phuangketkeow menegaskan kembali arti penting persahabatan tradisional serta Kemitraan Strategis Komprehensif antara Vietnam dan Thailand. Keduanya sepakat memperkuat kepercayaan politik melalui pemeliharaan pertukaran delegasi di berbagai tingkatan, terutama menjelang 2026 yang menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Kedua pihak juga menyepakati peningkatan kontak antarkementerian, sektor, dan daerah. Selain itu, mereka mendorong penyusunan Program Aksi untuk mengimplementasikan Kemitraan Strategis Komprehensif periode 2026–2030 dengan muatan yang disebut substantif dan spesifik.

Di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, kedua menteri menilai kerja sama tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral. Mereka sepakat berupaya mencapai target perdagangan bilateral sebesar 25 miliar dolar AS, menerapkan Strategi “Tiga Konektivitas” secara efektif, serta mendorong kerja sama di sektor energi, transformasi hijau, ekonomi sirkular, ekonomi digital, dan logistik. Keduanya juga mendorong dunia usaha memperluas investasi dengan tujuan pembangunan yang seimbang, stabil, dan berkelanjutan.

Dalam isu kawasan, kedua menteri menekankan pentingnya perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional. Mereka menyoroti peran sentral ASEAN serta menegaskan perlunya memperkuat solidaritas, persatuan, dan koordinasi posisi bersama.

Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua pihak menyambut baik kerja sama yang dinilai erat dan efektif. Mereka menegaskan kembali komitmen untuk tidak mengizinkan organisasi atau individu mana pun menggunakan wilayah masing-masing guna melemahkan pihak lain, serta berjanji terus mengoordinasikan upaya memerangi kejahatan transnasional, perdagangan narkoba, dan kejahatan teknologi tinggi.

Menanggapi situasi perbatasan yang tegang antara Thailand dan Kamboja, Le Hoai Trung menyampaikan keprihatinan dan menyerukan pengekangan diri. Ia mendorong penyelesaian perselisihan melalui cara damai dan dialog sesuai hukum internasional serta mekanisme regional, seraya menegaskan kesiapan Vietnam bekerja sama dengan ASEAN, termasuk Thailand, untuk berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas jangka panjang.

Dalam rangkaian kunjungan, Le Hoai Trung juga mendatangi Kedutaan Besar Vietnam di Thailand dan bertemu staf kedutaan serta pejabat dari berbagai instansi terkait. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Thailand menilai Vietnam telah membuat kemajuan luar biasa dalam 10 tahun terakhir, dan menyinggung bahwa hubungan bilateral kini telah menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif.

Le Hoai Trung turut mengapresiasi upaya kedutaan dalam urusan luar negeri, perlindungan warga negara, dan promosi hubungan persahabatan Vietnam–Thailand. Ia meminta kedutaan terus berperan sebagai jembatan penghubung, mendukung komunitas Vietnam, memperkuat hubungan kedua negara, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.