BERITA TERKINI
Wakil Ketua MPR: Indonesia Perlu Konsisten Kedepankan Perdamaian Hadapi Konflik Global

Wakil Ketua MPR: Indonesia Perlu Konsisten Kedepankan Perdamaian Hadapi Konflik Global

Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan Indonesia harus konsisten mengedepankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi, sebagaimana amanat konstitusi, dalam menghadapi konflik politik global.

Menurut Lestari, konflik global perlu ditempatkan dalam konteks perdamaian abadi dan keadilan sosial yang merepresentasikan tujuan fundamental negara Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi daring bertema “Kedaulatan Negara dan Kepentingan Nasional dalam Operasi Militer Amerika di Venezuela” yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu.

Ia menilai konflik antarnegara, seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela, berpotensi berdampak pada sejumlah sektor di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, Lestari mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap pergeseran kekuatan global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

Selain itu, ia juga menekankan Indonesia perlu bersikap realistis dalam menghadapi berbagai dampak pergeseran politik global yang dinilainya akan terjadi secara signifikan pada 2026. Lestari berharap dampak operasi militer AS di Venezuela dapat segera diantisipasi melalui langkah dan sikap yang tepat dengan tetap mengedepankan perdamaian dunia serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Ririn Tri Nurhayati menyatakan operasi militer AS di Venezuela cukup mengagetkan bagi dunia. Dari perspektif kedaulatan negara, ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan yang dijamin Piagam PBB.

Ririn juga menilai, dalam sistem hukum global yang anarkis seperti saat ini, negara-negara berkuasa (great power) akan memaksimalkan kekuatannya untuk mencegah munculnya kompetitor. Karena itu, ia berpendapat Indonesia perlu konsisten membangun kerja sama bilateral dan multilateral di ranah global, sekaligus memperkuat stabilitas di dalam negeri.