BERITA TERKINI
Yamaha Indonesia: Ekspor Motor Masih Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik

Yamaha Indonesia: Ekspor Motor Masih Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ketegangan geopolitik global yang meningkat pada akhir 2025 hingga awal 2026 disebut belum mengganggu kinerja ekspor Yamaha Indonesia. Perusahaan menyatakan pengapalan sepeda motor ke berbagai negara masih berjalan sesuai arahan prinsipal di Jepang.

Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana mengatakan target ekspor global yang diberikan Yamaha Motor Company (YMC) kepada YIMM sejauh ini tetap dapat dipenuhi.

“Kalau di kami, yang saya tahu dari target yang diberikan YMC terhadap YIMM (Yamaha Indonesia Motor Mfg) untuk ekspor global modelnya (sejauh ini) masih bisa kita penuhi ya,” ujar Rifki Maulana di Jakarta belum lama ini.

Ia juga menyebut kinerja ekspor Yamaha pada tahun lalu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “(Kinerja ekspor) tahun lalu kalau dibandingkan dengan sebelumnya (tahun 2024), itu naik (angkanya),” lanjutnya.

Dalam periode yang sama, sejumlah konflik global masih berlangsung dan memunculkan kekhawatiran dampak terhadap industri otomotif. Situasi tersebut disebut berpengaruh bagi beberapa merek otomotif global yang memiliki fasilitas manufaktur di Indonesia.

Sebagai perbandingan, Toyota disebut berpotensi menghadapi gangguan ekspor akibat agresi militer Amerika Serikat ke Venezuela. Meski demikian, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan dampaknya belum terasa, sementara perusahaan memiliki pasar ekspor ke kawasan Amerika Selatan.

Yamaha Indonesia sendiri merupakan salah satu basis produksi sepeda motor Yamaha untuk pasar global. Produk dari pabrik Pulogadung dan Jawa Barat telah diekspor ke sekitar 45 negara.

Model yang diproduksi dan diekspor antara lain Nmax dan Xmax untuk segmen skutik. Sementara di lini sport, Yamaha mengekspor R15, R25, R3, MT-15, dan MT-25.